Minggu, 27 Juni 2010

Lubang Gigi

Kepercayaan bahwa ulat sebagai penyebab gigi berlobang ternyata tidak hanya terjadi di tengah masyarakat kita saja. Masyarakat di hampir seluruh dunia juga meyakini hal sama.


Kepercayaan ini baru mulai berubah sekitar tahun 1700-an setelah seorang dokter gigi dari Universitas Berlin bernama Willoughby Miller menemukan penyebab sebenarnya darti pembusukan gigi. Penemuannya menyuebutkan bahwa lubang gigi disebabkan oleh pertemuan antara bakteri dan gula. Prosesnya, bakteri akan mengubah gula dari sisa makanan menjadi asam. Ini mengakibatkanlingkungan gigi menjadi asam, padahal lingkungan alami gigi seharusnya adalah basa. Inilah yang akhirnya membuat lubang kecil pada email gigi.

Dengan lubang seperti ini, gigi belum terasa sakit. Tetapi lubang kecil pada email yang dibiarkan itu menjadi celah sisa makanan. Selanjutnya bakteri yang ada di dalamnya akan membuat lubang semakin besar yang melubangi dentin. Dalam tahapan ini, gigi akan terasa linu atau ngilu pada saat makan. Dan bila hal ini dibiarkan, lubang akan sampai pada lubang saraf. Saat inilah gigi mulai terasa sakit. Proses ini tidak hanya berhenti sampai disini. Kalau gigi terus dibiarkan, maka gigi akan habis dan hanya tersisa akarnya saja.


Banyak orang menyepelekan sakit gigi. Padahal pembusukan gigi yang dibiarkan terus menerus tidak hanya menimbulkan rasa sakit pada gigi, melainkan juga memiliki dampak yang jauh lebih berbahaya. Pasalnya, gigi berlubang bisa menjadi saluran masuknya kuman penyakit menuju saluran darah. Hal ini dapat menyebabkan penyakit ginjal, paru-paru, jantung maupun penyakit lainnya.


Oleh karena itu, bila Anda memiliki gigi berlubang sebaiknya segera kunjungi dokter gigi untuk mengobatinya. Ini solusi yang paling tepat sebelum Anda menyesal nantinya. Ingat, bahwa hilangnya rasa sakit gigi setelah minum obat sama sekali bukan berarti membaiknya kondisi gigi Anda. Gigi masih tetap berlobang, dan bahkan akan terus membesar bila dibiarkan.


Sedangkan buat Anda yang belum mengalami gigi berlubang, maka bersyukurlah. Tetapi Anda harus berhati-hati dan terus berusaha mencegah terjadinya lubang gigi. Berikut ini tipsnya:






1.Periksa gigi secara rutinMeski tak sakit gigi, sebaiknya kunjungi dokter gigi setiap 6 bulan sekali. Ini diperlukan untuk mendeteksi lubang kecil yang terjadi pada gigi dan dapat ditangani segera agar lubang tidak semakin besar. Juga mendeteksi bagian gigi yang tidak rata atau berlekuk yang dapat menyebabkan gigi sulit dibersihkan.






2.Sikat Gigi Secara Teratur dan pada Waktu TepatWaktu tepat menyikat gigi adalah pagi hari setelah sarapan dan malam sebelum tidur . Air liur tidak banyak keluar pada waktu kita tidur, sehingga gigi akan rusak bila Anda membiarkan sisa makanan pada gigi tanpa menyikatnya. Air liur berguna untuk memlinfungi gigi dari bakteri penyebab gigi berlubang.






3.Sikat Gigi dengan Cara BenarCara yang tepat dalam sikat gigi sangat lah penting. Mkalau caranya salah, maka berapa kalipun Anda sikat gigi tidak akan membantu kebersihan gigi Anda. Cara yang benar adalah dengan menyikat ke arah bawah untuk gigi depan (gigi seri) bagian atas, menyikat gigi ke arah atas untuk gigi depan bagian bawah dan menyikat secara mendatar untuk gigi geraham. Menyikat gigi geraham hendaknya dilakukan lebih lama, karena pada gigi ini berpotensi menempelnya sisa-sisa makanan.






4.Kumur Setelah MakanBerkumur-kumur sangat membantu membersihkan sisa makanan yang menempel. Selain itu juga akan mengurangi keadaan asam dalam gigi.




dental flos
5.Gunakan Benang (DENTAL FLOS) Gigi untuk Keluarkan Sisa MakananUntuk mengeluarkan sisa makanan yang terselip di gigi sebaiknya gunakan benang gigi dan jangan menggunakan tusuk gigi. Pasalnya tusuk gigi bisa memperlebar celah antar gigi, selain itu juga bisa mengakibatkan luka pada gusi.
cara menggunakan dental flos




6.Pilih pasta Gigi yang mengandung Fluoride, Fluoride merupakan salah satu zat pembentuk email gigi, sehingga fluoride juga dapat mencegah pembusukan gigi.




  

7.Makan Makanan Berserat mengkonsumsi sayuran atau buah terbukti bisa membuat gigi lebih kuat dan mencegah gigi berlubang.






8.Kurangi Makanan Mengandung Gula dan TepungMakanan jenis ini bila tertinggal di gigi bisa menyebabkan asam yang membuat gigi berlubang.



Menambal Gigi dan Cabut Gigi

Langkah yang umumnya akan diambil dokter gigi adalah menambal gigi yang rusak, bila lubangnya belum terlalu besar. Tetapi, bila kita merasakan sakit gigi, proses penambalan tidak dapat langsung dilakukan karena dengan demikian gas dalam gigi tidak dapat keluar. Dokter akan memberikan obat penghilang rasa sakit atau akan mematikan saraf gigi agar kita tidak tersiksa dengan rasa sakitnya. Pada kunjungan selanjutnya barulah gigi akan dibersihkan dan ditambal sementara, penambalan secara permanen dilakukan pada kunjungan berikutnya lagi.





Bila lubang terlalu besar dan tidak memungkinkan untuk ditambal, berarti gigi harus dicabut. Sama seperti proses penambalan gigi, maka gigi juga tidak dapat langsung dicabut saat gigi masih terasa sakit. Hal ini disebabkan saat kita merasakan sakit gigi, maka obat anestesi (obat kebal agar tidak terasa sakit saat gigi dicabut) tidak dapat menembus akar gigi, sehingga saat dicabut akan menyebabkan sakit yang luar biasa. Proses pencabutan gigi baru bisa dilakukan saat gigi sudah tidak terasa sakit dan untuk menghilangkan rasa sakit dokter akan mematikan saraf gigi.








Mencegah Gigi Berlubang

Untuk mencegah terjadinya lubang pada gigi, Anda dapat melakukan langkah-langkah berikut:






Memeriksa gigi secara rutin


Kunjungi dokter gigi setiap 6 bulan sekali walaupun Anda tidak merasakan sakit gigi. Hal ini diperlukan agar dokter dapat mendeteksi lubang kecil yang terjadi pada gigi dan dapat ditangani segera agar lubang tidak semakin besar. Dapat juga dideteksi bagian gigi yang tidak rata atau berlekuk yang dapat menyebabkan gigi sulit dibersihkan.

Menyikat gigi secara teratur dan pada waktu yang tepat


Pagi hari setelah sarapan dan malam sebelum tidur adalah waktu yang tepat untuk menyikat gigi. Air liur tidak banyak keluar pada waktu kita tidur, sehingga gigi akan rusak bila Anda membiarkan sisa makanan pada gigi tanpa menyikatnya. Air liur berguna untuk memlinfungi gigi dari bakteri penyebab gigi berlubang.


Menyikat gigi dengan cara yang benar


Walau menyikat gigi telah dilakukan secara teratur namun bila dilakukan dengan cara yang tidak benar, tentu hasilnya tidak akan maksimal. Cara yang benar adalah dengan menyikat ke arah bawah untuk gigi depan (gigi seri) bagian atas, menyikat gigi ke arah atas untuk gigi depan bagian bawah dan menyikat secara mendatar untuk gigi geraham. Menyikat gigi geraham hendaknya dilakukan lebih lama, karena pada gigi ini berpotensi menempelnya sisa-sisa makanan.


Kumur setelah makan


Menyikat gigi tidak mungkin dilakukan sehabis kita makan, maka cara terbaik adalah berkumur-kumur agar sisa makanan tidak terus menempel dan mengurangi keadaan asam dalam gigi.


Gunakan benang gigi untuk mengeluarkan sisa makanan


Sisa makanan yang tertinggal, hendaknya tidak dikeluarkan dengan menggunakan tusuk gigi. Penggunaan tusuk gigi dapat menyebabkan celah antar gigi semakin besar disamping dapat menyebabkan luka pada gusi.


Pilih pasta gigi yang mengandung fluorida


Menggunakan pasta gigi yang mengandung fluorida. Zat ini merupakan salah satu bahan pembentuk email gigi. Adanya zat ini dapat mencegah pembusukan pada gigi.


Makan makanan yang berserat


Mengkonsumsi sayuran atau buah terbukti dapat membuat gigi lebih kuat dan mencegah terjadinya gigi berlubang.


Kurangi makanan yang mengandung gula dan tepung


Makanan jenis ini bila tertinggal di gigi dan adanya bakteri akan menyebabkan asam yang membuat gigi berlubang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar