Minggu, 27 Juni 2010

Gigi Sensitif

Gigi sensitif merupakan istilah umum yang dipakai untuk menunjukkan adanya dentine hypersensitive akibat menipisnya enamel, penurunan gusi dan terbukanya dentin, sebuah lapisan di bawah enamel. Nyeri yang berkaitan dengan sensitivitas terjadi dalam saraf gigi, nyeri dari gigi sensitif tidak selamanya tetap; ada yang sementara dan sementara namun berkala. Nyeri yang tidak henti-henti mungkin merupakan satu tanda masalah yang lebih serius. Bagaimanapun, adalah penting bagi anda membincangkan. Masalah gigi sensitif ini bukan saja mengekang gaya hidup, tetapi ramai yang dirundung masalah ini terpaksa menahan kesakitan dan mereka sering enggan berjumpa dengan dokter gigi kerana takut akan kesakitan yang akan dialami. Makanan panas, dingin, manis atau asam dapat menyebabkan rasa sakit pada gigi yang sensitif. Bahkan, untuk gigi sensitif, kondisi udara pun menimbulkan keluhan. Biasanya rasa sakit timbul akibat erosi email gigi atau adanya gangguan pada gusi.


Berikut beberapa hal sederhana yang dapat Anda lakukan untuk membantu menangani masalah gigi sensitif:



- Gunakan pasta gigi khusus

Pasta khusus gigi sensitif biasanya mengandung senyawa yang membantu menahan sensasi yang mungkin akan merangsang nyeri pada saraf gigi. Pilih produk yang disarankan Departemen Kesehatan untuk menangani masalah gigi sensitif.



- Jangan sembarangan lakukan perawatan kecantikan gigi

Hindari menggunakan pemutih atau pengendalian tartar pasta gigi, karena perawatan ini dapat meningkatkan kepekaan terhadap panas atau dingin.



- Gunakan sikat yang lembut

Selain memakai sikat gigi dengan bulu lembut, pastikan Anda tepat menyikat gigi dengan gerakan ke bawah. Sikat secara menyeluruh dua kali sehari dan menggunakan benang gigi (floss) setiap hari.



- Kunjungi dokter gigi

Jika Anda masih memiliki rasa tidak nyaman ketika menyikat gigi, mengunyah atau minum, Anda mungkin perlu perawatan gigi. jika masalah berasal dari kerusakan gigi, gigi retak, atau mahkota gigi Anda terasa longgar, ini harus ditangani oleh seorang dokter spesialis.

 
 
KIRIMKAN KRITIK DAN SARAN ANDA
 
SEKIAN TERIMAKASIH.....
 
WASSALAM..........

Mencegah Timbulnya Radang Gusi (GINGIVITIS)

Radang gusi atau dalam dunia kedokteran disebut gingivitis, umumnya disebabkan oleh kotornya gigi. Radang gusi juga bisa disebabkan karena kesalahan dalam menggosok gigi. Di luar dua sebab tersebut, masih ada sebab-sebab sekunder lainnya. Namun yang jelas, kengganan untuk menjaga kebersihan gigi mutlak menjadi awal mula radang gusi. Tanpa disadari, sebagian orang menganggap enteng sariawan dan penyakit rongga mulut lainnya seperti bau napas tak sedap hingga gusi berdarah dan gigi berlubang. Sariawan oleh banyak orang dikenal sebagai luka pada selaput lendir di daerah mulut. Umumnya, luka di daerah mulut tidaklah dalam. Jika tidak dibarengi dengan komplikasi karena infeksi oleh kuman yang lebih ganas, sariawan akan sembuh sendiri tanpa bekas. Infeksi ini biasanya dimulai dengan munculnya gelembung berisi cairan di mulut. Gelembung ini bisa pecah dan membentuk luka yang akan terasa nyeri. Padahal, penelitian terakhir menunjukkan adanya kaitan erat antara bertumpuknya bakteri di rongga mulut dengan penyakit berat lain, seperti diabetes, serangan jantung, infeksi darah, hingga soal bayi dengan berat tidak memadai. Radang gusi diakui menjadi faktor utama kasus gigi tanggal dan kerusakan jaringan penyangga gigi. Semakin lama plak dan bakteri-bakteri yang bersemayam di gigi itu akan menyebabkan radang gusi yang disebut gingivitis.



Hasil survei WHO menunjukkan, hampir 90% penduduk di dunia pernah terkena penyakit gingivitis (radang gusi). Rasa tak nyaman merupakan gangguan umum yang dirasakan. Terutama, akibat aroma mulut yang tidak sedap serta rasa nyeri saat mengunyah makanan. Untuk mencegah dan mengatasinya, dianjurkan untuk:



1. Rutin membersihkan karang gigi, minimal 6 bulan sekali. Karang gigi yang bertumpuk merupakan sarang berjuta bakteri penyebab radang.



2. Segera menambal gigi berlubang karena lubang tersebut berpotensi menjadi tempat berkembang biak bakteri penyebab infeksi di gusi.



3. Bila mengonsumsi antibiotik untuk mengatasi radang gusi, sebaiknya harus dihabiskan sesuai petunjuk dokter. Bila tidak, bakteri penyebab infeksi justru akan makin kebal dan lebih mudah mengoyak gusi.



Arikel yang berkaitan:

◦Gusi Berdarah Memicu Gangguan Kesehatan Serius

◦Tips Aman Mengkonsumsi Makanan Manis

◦Hubungan Stres dan Kesehatan Gigi

◦Masalah Bau Mulut Menimbulkan Rasa Kurang Percaya Diri
 
 
 
1. Gusi Berdarah Memicu Gangguan Kesehatan Serius


Gusi berdarah saat menggosok gigi bisa memicu gangguan kesehatan yang cukup serius. Apalagi jika pendarahan dipicu infeksi bakteri. Terjadinya pendarahan bisa memicu masuknya bakteri ke aliran darah dan mengganggu kesehatan organ di dalam tubuh.




“Gusi yang terkena infeksi bakteri portal bisa memasuki aliran darah dan kemungkinan bisa menyebabkan kerusakan hati dan organ lainnya,” kata Steven Offenbacher, dari University of North Carolina di Chapel Hill Sekolah Kedokteran Gigi. Kenali kondisi pendarahan dengan berkonsultasi dengan dokter. Jika pemicunya adalah infeksi bakteri, segeralah mengonsumsi antibiotik. Jangan biarkan pendarahan terjadi dalam waktu yang lama.

Sebagai pencegahan, bersihkan gigi hingga ke akarnya secara teratur. Minimal dua kali sehari, terutama setelah makan dan sebelum tidur. Pastikan pula tak ada sisa makanan yang tertinggal di lapisan gigi, karena daerah itu bisa menjadi tempat kuman berkumpul. Kebiasaan menggunakan benang gigi atau dental floss setidaknya dua kali sehari juga sangat dianjurkan. Dan, jangan lupa melakukan kontrol kesehatan gigi ke dokter setiap enam bulan sekali.

2. Tips Aman Mengkonsumsi Makanan Manis

Ada beberapa tips agar anda tetap bisa mengkonsumsi makanan manis tanpa harus khawatir akan mengakibatkan gigi berlubang. silakan ikuti langkah sederhana ini :




A. Usahakan makan atau minum dengan kadar yang tidak terlalu manis.

usahakan anda mengkonsumsi makanan atau minuman yang lebih wajar kadar gulanya. jangan terlalu banyak menambahkan pemanis, coklat, atau gula pada konsumsi anda. karena makanan atau minuman yang terlalu manis akan mengakibatkan proses infeksi pada kerak gigi terjadi begitu cepat.



B. Jangan Makan / minum yang manis sebelum tidur



jika anda hoby makanan atau minuman manis. saya sarankan agar tidak mengkonsumsinya sebelum anda tidur, Karena saat anda tidur infeksi terhadap gigi akan terjadi begitu cepat dan sulit ditanggulangi.



C. Jangan lupa menggosok gigi setelah konsumsi yang manis



Setelah anda mengkonsumsi makanan manis pastikan anda menggosok gigi agar sisa makanan manis itu bisa hilang dari gigi anda. jika anda belum sempat menggosok gigi silakan berkumur dengan air bersih atau netralkan dengan banyak minum air putih.

3. Hubungan Stres dan Kesehatan Gigi


Stres bisa jadi menjadi salah satu pemicu gangguan kesehatan gigi. Para ahli dari Universitas Zurich Switzerland menemukan kaitan mengejutkan antara kesehatan gigi dan mental. Selama ini mungkin Anda tidak mengetahui bahwa stress merakibat buruk bagi kesehatan gigi? Tahukah Anda, hasil pengamatan yang dilakukan para ahli dari Brazil terhadap 14 studi menunjukkan bahwa orang stres memiliki resiko penyakit periodontal yang lebih tinggi. Bagaimana bisa?




Pada kondisi stres, kadar hormon kortisol akan meningkat secara otomatis dan mengakibatkan terganggunya sistem imun. Kondisi ini menguntungkan bakteri untuk dengan leluasa menyerang gusi kita. Ketika Anda bekerja lembur di kantor biasanya anda mengalami stres. Ditambah, semakin malam Anda terjaga, semakin banyak frekwensi Anda mengudap makanan.

Seperti dikutip Genius Beauty, penelitian dilakukan terhadap 50 siswa yang terbagi dalam dua kelompok. Sebanyak 25 siswa yang tengah mengikuti ujian sekolah masuk dalam kelompok pertama, sedangkan sisanya yang hanya mengikuti kelas reguler masuk dalam kelompok kedua. Siswa yang mengikuti ujian dianggap memiliki tingkat stres yang lebih tinggi. Dalam kondisi itu, seluruh siswa dalam kelompok ini ternyata memiliki potensi gigi berlubang yang jauh lebih besar. Mereka juga memiliki kualitas kesehatan gusi yang buruk.



Sementara, siswa yang hanya memengikuti kelas reguler dengan asumsi tak stres, memiliki kondisi kesehatan gigi dan gusi yang jauh lebih baik. Hasil penelitian itu mengungkap bahwa ketika seseorang stres akan menimbulkan efek cengkeraman yang kuat pada gigi. Kondisi inilah yang kemudian memicu efek negatif pada kesehatan gigi dan gusi.

4. Masalah Bau Mulut Menimbulkan Rasa Kurang Percaya Diri


Bau mulut, yang secara medis disebut halitosis, dapat muncul akibat tidak teraturnya kegiatan membersihkan gigi. Bisa juga merupakan pertanda adanya masalah kesehatan serius. Bau mulut juga bisa muncul gara-gara makanan yang Anda konsumsi dan kebiasaan tidak sehat lain. Pada dasarnya, semua makanan diolah pertama kali dalam mulut. Karena makanan juga dicerna dan diserap ke aliran darah dan dibawa ke paru-paru, akhirnya napas pun bakal kena imbasnya. Bila Anda mengonsumsi bahan makan yang kuat sekali baunya seperti bawang atau bawang bombai, sikat gigi, flosing juga kumur dapat mengurangi bau untuk sementara waktu. Bau ini tidak akan hilang sepenuhnya sampai makanan melewati tubuh. Memiliki masalah bau mulut sungguh menjengkelkan. Selain menimbulkan rasa kurang percaya diri dalam pergaulan, gangguan nafas tak sedap itu juga mengindikasikan masalah kesehatan pada mulut.


Penyebab utama nafas tak sedap, yang dalam istilah medis disebut halitosis, itu adalah penumpukan bakteri yang tumbuh subur di area minim oksigen seperti belakang lidah, dan celah gigi. Penumpukan bakteri memicu gangguan keseimbangan asam mulut seperti air liur kental, dan mulut kering. Dalam kondisi ini, asam amino terpecah dan menghasilkan gas sulfur yang memicu timbulnya bau tak sedap.



Munculnya bakteri di dalam mulut biasanya bersumber dari sisa makanan, dan karang gigi. Cukup dengan menyikat gigi atau berkumur cairan penyegar mulut, bakteri akan enyah dan nafas kembali segar. Namun, ketika sikat gigi dan cairan penyegar mulut tak lagi bekerja, cobalah rajin mengonsumsi yoghurt bebas gula yang mengandung bakteri streptococcus thermophilus dan lactobacillus bulgaricus. Menurut para peneliti dari Jepang, dua bakteri ‘baik’ itu bermanfaat untuk mematikan bakteri penyebab bau mulut.



Sementara para peneliti asal Amerika menganjurkan para pengidap gangguan bau mulut untuk banyak mengonsumsi teh hitam. Kandungan polifenol dalam secangkir teh hitam bermanfaat membunuh bakteri patogen di dalam mulut. Perlu diwaspadai jika keluhan bau mulut muncul berkepanjangan dan tak hilang meski telah membersihkan gigi dan mulut. Bau mulut berkepanjangan bisa menjadi pertanda adanya penyakit seperti diabetes, jantung, gagal ginjal, liver, dan gangguan pada pencernaan.



Cara termudah untuk mengetahui apakah mulut Anda mengeluarkan aroma tak sedap adalah dengan menjilat atau menggigit bagian dalam pergelangan tangan lalu menciumnya. Jika berbau menyengat, segera atasi dengan membersihkan mulut Anda dari bakteri jahat.

Selain menimbulkan rasa kurang percaya diri dalam pergaulan, gangguan nafas tak sedap itu juga membuat mulut terasa tak nyaman. Penyebab utama nafas tak sedap, yang dalam istilah medis disebut halitosis, itu adalah penumpukan bakteri yang tumbuh subur di area minim oksigen seperti belakang lidah, dan celah gigi. Kadang-kadang, bau mulut disebabkan oleh sesuatu di paru-paru atau saluran pencernaan atau sistemik (bodywide) infeksi. Namun, makan makanan yang berbau bawang putin adalah salah satu penyebab paling umum. Bau yang kuat dari makanan seperti bawang putih, bawang dan alkohol yang dibawa melalui aliran darah dan dihembuskan oleh paru-paru. Pecundang besar yang menyebabkan bau mulut adalah tembakau. Ketika sikat gigi dan cairan penyegar mulut tak lagi bekerja, cobalah mengonsumsi makanan berikut.


Kopi

Tidak semua jenis kopi mampu membasmi bakteri penyebab bau mulut. Hanya minuman ekstrak kopi atau espresso yang mampu membunuh 90 persen bakteri penyebab bau mulut. Jadi, cobalah mengonsumsi kopi hitam kental tanpa ditambah gula atau susu. Pilih kopi yang diproses langsung ketika masih dalam bentuk biji kopi, dan bukan yang instan. Kopi yang sudah diolah menjadi minuman ringan, misalnya ditambahkan krim atau susu tidak termasuk dalam kopi penghilang bau mulut. Kopi yang sudah ditambahkan susu justru bisa membuat mulut kering, sehingga menciptakan aroma napas tak sedap.



Teh

Kadar polifenol tinggi dalam teh bisa menghambat pertumbuhan bakteri yang bersembunyi dibelakang lidah. Namun, usai meminum teh, biasakan menyikat gigi atau kumur-kumur untuk menhindari noda teh yang bisa membuat gigi berwarna kekuningan.



Kayu manis

Menurut penelitian medis, kayu manis terbukti dapat mengatasi masalah bau mulut. Selain menyamarkan aroma tak sedap, kandungan rempah ini juga bisa menurunkan konsentrasi bakteri di dalam mulut. Buatlah minuman rempah hangat dengan bubuk kayu manis.



Yogurt

Yoghurt bebas gula yang mengandung bakteri streptococcus thermophilus dan lactobacillus bulgaricus. Menurut para peneliti dari Jepang, dua bakteri ‘baik’ itu bermanfaat untuk mematikan bakteri penyebab bau mulut. Selain rajin mengonsumsi makanan-makanan tersebut, biasakan pula memeriksakan kondisi kesehatan gigi dan mulut ke dokter. Rutin membersihkan karang gigi, minimal enam bulan sekali adalah pilihan terbaik. Karang gigi yang bertumpuk merupakan sarang berjuta bakteri. Jangan pula membiarkan lubang pada gigi menganga terlalu lama. Segera menambal gigi berlubang, karena lubang tersebut berpotensi menjadi tempat berkembang biak bakteri penyebab infeksi di gusi.

Lubang Gigi

Kepercayaan bahwa ulat sebagai penyebab gigi berlobang ternyata tidak hanya terjadi di tengah masyarakat kita saja. Masyarakat di hampir seluruh dunia juga meyakini hal sama.


Kepercayaan ini baru mulai berubah sekitar tahun 1700-an setelah seorang dokter gigi dari Universitas Berlin bernama Willoughby Miller menemukan penyebab sebenarnya darti pembusukan gigi. Penemuannya menyuebutkan bahwa lubang gigi disebabkan oleh pertemuan antara bakteri dan gula. Prosesnya, bakteri akan mengubah gula dari sisa makanan menjadi asam. Ini mengakibatkanlingkungan gigi menjadi asam, padahal lingkungan alami gigi seharusnya adalah basa. Inilah yang akhirnya membuat lubang kecil pada email gigi.

Dengan lubang seperti ini, gigi belum terasa sakit. Tetapi lubang kecil pada email yang dibiarkan itu menjadi celah sisa makanan. Selanjutnya bakteri yang ada di dalamnya akan membuat lubang semakin besar yang melubangi dentin. Dalam tahapan ini, gigi akan terasa linu atau ngilu pada saat makan. Dan bila hal ini dibiarkan, lubang akan sampai pada lubang saraf. Saat inilah gigi mulai terasa sakit. Proses ini tidak hanya berhenti sampai disini. Kalau gigi terus dibiarkan, maka gigi akan habis dan hanya tersisa akarnya saja.


Banyak orang menyepelekan sakit gigi. Padahal pembusukan gigi yang dibiarkan terus menerus tidak hanya menimbulkan rasa sakit pada gigi, melainkan juga memiliki dampak yang jauh lebih berbahaya. Pasalnya, gigi berlubang bisa menjadi saluran masuknya kuman penyakit menuju saluran darah. Hal ini dapat menyebabkan penyakit ginjal, paru-paru, jantung maupun penyakit lainnya.


Oleh karena itu, bila Anda memiliki gigi berlubang sebaiknya segera kunjungi dokter gigi untuk mengobatinya. Ini solusi yang paling tepat sebelum Anda menyesal nantinya. Ingat, bahwa hilangnya rasa sakit gigi setelah minum obat sama sekali bukan berarti membaiknya kondisi gigi Anda. Gigi masih tetap berlobang, dan bahkan akan terus membesar bila dibiarkan.


Sedangkan buat Anda yang belum mengalami gigi berlubang, maka bersyukurlah. Tetapi Anda harus berhati-hati dan terus berusaha mencegah terjadinya lubang gigi. Berikut ini tipsnya:






1.Periksa gigi secara rutinMeski tak sakit gigi, sebaiknya kunjungi dokter gigi setiap 6 bulan sekali. Ini diperlukan untuk mendeteksi lubang kecil yang terjadi pada gigi dan dapat ditangani segera agar lubang tidak semakin besar. Juga mendeteksi bagian gigi yang tidak rata atau berlekuk yang dapat menyebabkan gigi sulit dibersihkan.






2.Sikat Gigi Secara Teratur dan pada Waktu TepatWaktu tepat menyikat gigi adalah pagi hari setelah sarapan dan malam sebelum tidur . Air liur tidak banyak keluar pada waktu kita tidur, sehingga gigi akan rusak bila Anda membiarkan sisa makanan pada gigi tanpa menyikatnya. Air liur berguna untuk memlinfungi gigi dari bakteri penyebab gigi berlubang.






3.Sikat Gigi dengan Cara BenarCara yang tepat dalam sikat gigi sangat lah penting. Mkalau caranya salah, maka berapa kalipun Anda sikat gigi tidak akan membantu kebersihan gigi Anda. Cara yang benar adalah dengan menyikat ke arah bawah untuk gigi depan (gigi seri) bagian atas, menyikat gigi ke arah atas untuk gigi depan bagian bawah dan menyikat secara mendatar untuk gigi geraham. Menyikat gigi geraham hendaknya dilakukan lebih lama, karena pada gigi ini berpotensi menempelnya sisa-sisa makanan.






4.Kumur Setelah MakanBerkumur-kumur sangat membantu membersihkan sisa makanan yang menempel. Selain itu juga akan mengurangi keadaan asam dalam gigi.




dental flos
5.Gunakan Benang (DENTAL FLOS) Gigi untuk Keluarkan Sisa MakananUntuk mengeluarkan sisa makanan yang terselip di gigi sebaiknya gunakan benang gigi dan jangan menggunakan tusuk gigi. Pasalnya tusuk gigi bisa memperlebar celah antar gigi, selain itu juga bisa mengakibatkan luka pada gusi.
cara menggunakan dental flos




6.Pilih pasta Gigi yang mengandung Fluoride, Fluoride merupakan salah satu zat pembentuk email gigi, sehingga fluoride juga dapat mencegah pembusukan gigi.




  

7.Makan Makanan Berserat mengkonsumsi sayuran atau buah terbukti bisa membuat gigi lebih kuat dan mencegah gigi berlubang.






8.Kurangi Makanan Mengandung Gula dan TepungMakanan jenis ini bila tertinggal di gigi bisa menyebabkan asam yang membuat gigi berlubang.



Menambal Gigi dan Cabut Gigi

Langkah yang umumnya akan diambil dokter gigi adalah menambal gigi yang rusak, bila lubangnya belum terlalu besar. Tetapi, bila kita merasakan sakit gigi, proses penambalan tidak dapat langsung dilakukan karena dengan demikian gas dalam gigi tidak dapat keluar. Dokter akan memberikan obat penghilang rasa sakit atau akan mematikan saraf gigi agar kita tidak tersiksa dengan rasa sakitnya. Pada kunjungan selanjutnya barulah gigi akan dibersihkan dan ditambal sementara, penambalan secara permanen dilakukan pada kunjungan berikutnya lagi.





Bila lubang terlalu besar dan tidak memungkinkan untuk ditambal, berarti gigi harus dicabut. Sama seperti proses penambalan gigi, maka gigi juga tidak dapat langsung dicabut saat gigi masih terasa sakit. Hal ini disebabkan saat kita merasakan sakit gigi, maka obat anestesi (obat kebal agar tidak terasa sakit saat gigi dicabut) tidak dapat menembus akar gigi, sehingga saat dicabut akan menyebabkan sakit yang luar biasa. Proses pencabutan gigi baru bisa dilakukan saat gigi sudah tidak terasa sakit dan untuk menghilangkan rasa sakit dokter akan mematikan saraf gigi.








Mencegah Gigi Berlubang

Untuk mencegah terjadinya lubang pada gigi, Anda dapat melakukan langkah-langkah berikut:






Memeriksa gigi secara rutin


Kunjungi dokter gigi setiap 6 bulan sekali walaupun Anda tidak merasakan sakit gigi. Hal ini diperlukan agar dokter dapat mendeteksi lubang kecil yang terjadi pada gigi dan dapat ditangani segera agar lubang tidak semakin besar. Dapat juga dideteksi bagian gigi yang tidak rata atau berlekuk yang dapat menyebabkan gigi sulit dibersihkan.

Menyikat gigi secara teratur dan pada waktu yang tepat


Pagi hari setelah sarapan dan malam sebelum tidur adalah waktu yang tepat untuk menyikat gigi. Air liur tidak banyak keluar pada waktu kita tidur, sehingga gigi akan rusak bila Anda membiarkan sisa makanan pada gigi tanpa menyikatnya. Air liur berguna untuk memlinfungi gigi dari bakteri penyebab gigi berlubang.


Menyikat gigi dengan cara yang benar


Walau menyikat gigi telah dilakukan secara teratur namun bila dilakukan dengan cara yang tidak benar, tentu hasilnya tidak akan maksimal. Cara yang benar adalah dengan menyikat ke arah bawah untuk gigi depan (gigi seri) bagian atas, menyikat gigi ke arah atas untuk gigi depan bagian bawah dan menyikat secara mendatar untuk gigi geraham. Menyikat gigi geraham hendaknya dilakukan lebih lama, karena pada gigi ini berpotensi menempelnya sisa-sisa makanan.


Kumur setelah makan


Menyikat gigi tidak mungkin dilakukan sehabis kita makan, maka cara terbaik adalah berkumur-kumur agar sisa makanan tidak terus menempel dan mengurangi keadaan asam dalam gigi.


Gunakan benang gigi untuk mengeluarkan sisa makanan


Sisa makanan yang tertinggal, hendaknya tidak dikeluarkan dengan menggunakan tusuk gigi. Penggunaan tusuk gigi dapat menyebabkan celah antar gigi semakin besar disamping dapat menyebabkan luka pada gusi.


Pilih pasta gigi yang mengandung fluorida


Menggunakan pasta gigi yang mengandung fluorida. Zat ini merupakan salah satu bahan pembentuk email gigi. Adanya zat ini dapat mencegah pembusukan pada gigi.


Makan makanan yang berserat


Mengkonsumsi sayuran atau buah terbukti dapat membuat gigi lebih kuat dan mencegah terjadinya gigi berlubang.


Kurangi makanan yang mengandung gula dan tepung


Makanan jenis ini bila tertinggal di gigi dan adanya bakteri akan menyebabkan asam yang membuat gigi berlubang.

SIKAT GIGI IDEAL BUAT ANAK

Kini banyak beredar aneka bentuk sikat gigi untuk anak-anak.

Sebenarnya, yang paling bagus yang mana, sih?

Sikat gigi, siapa yang tak kenal dengan benda ini. Setelah bangun tidur

dan sebelum pergi tidur, benda bergagang dan berbulu ini akan setia

"menyapu" kotoran yang menempel di gigi dan rongga mulut. Karena fungsinya

yang sangat penting inilah, kita semua membutuhkannya. Para produsen,

bahkan

berlomba-lomba menciptakan sikat gigi yang baik buat anak. Ada yang

menciptakan sikat dengan gagang melengkung, ada juga yang dengan bulu sikat

berbentuk zigzag, atau naik turun seperti gergaji. Kepala sikatnya pun

bermacam-macam, ada yang mengecil, membundar, dan ada yang datar. Bahkan

ada

juga yang kepala sikatnya memang berbentuk bulat agar bisa dioperasikan

dengan tenaga elektrik.



Semua bentuk inovasi dan modifikasi dalam sikat gigi ini, menurut drg.

Sriwahyuni, SKM, M.Kes., patut dihargai. Itu menandakan kepedulian

para produsen sikat gigi terhadap kualitas barang yang diproduksinya.

"Dengan produk yang menarik dan berkualitas, diharapkan masyarakat,

termasuk anak-anak, bisa terpacu untuk memelihara kesehatan gigi dan

gusinya."



Sikat gigi elektrik misalnya, yang kini sedang dipromosikan secara

luas, sebenarnya sudah diciptakan mulai tahun 70-an di Eropa dan Amerika.

Hanya saja saat itu promosi dan penggunaannya masih terbatas, karena

harganya yang mahal dan sejumlah kekurangan yang dimilikinya. Salah

satunya,

bulu sikatnya yang masih terasa kasar. Seiring dengan perkembangan

teknologi, kualitas sikat gigi ini pun semakin meningkat. Begitu juga

tingkat ekonomi masyarakat, tak heran bila kini sikat gigi tersebut banyak

"dilirik" konsumen.



MEMILIH SIKAT GIGI



Sikat gigi dikatakan ideal bila memenuhi beberapa syarat, yaitu:



* Ukuran sikat harus mampu menelusuri bagian-bagian dalam mulut sampai

gigi bagian belakang. Untuk anak, karena ukuran rongga mulutnya

sangatlah kecil, maka sebaiknya bentuk kepala sikatnya juga kecil dan

pipih,

sehingga bisa menjangkau lorong gigi anak yang sangat sempit.



Kemudian, bulu sikat hendaknya lembut, tapi kuat. Bila ada anggapan

bahwa bulu sikat yang kasar atau kaku dianggap lebih efektif membersihkan

kotoran dan plak ketimbang bulu sikat yang halus, itu tidak benar.



* Bulu sikat gigi yang kasar bisa menyebabkan kerusakan gusi, terutama

gusi yang berbatasan langsung dengan gigi atau yang lazim disebut

dengan leher gigi. "Leher gigi ini sangat sensitif terhadap gesekan-gesekan

mekanis. Jadi, jika gigi disikat terlalu kasar, bisa jadi leher gigi anak

cepat rusak. Dampaknya, bisa menyebabkan infeksi dan kelainan gusi." Gusi

yang rusak membuat umur gigi tidak berumur panjang. Gigi akan mudah goyang

dan akhirnya satu per-satu akan tanggal terkena infeksi. Gusi ibarat

pondasi

sebuah bangunan. Sementara gigi adalah bangunannya. Jadi, meski bangunan

tersebut dibuat dari bahan yang kuat dan berkualitas, tidak akan ada

artinya

jika pondasinya sendiri keropos.



Pondasi yang kuat juga akan sia-sia jika bangunan yang dibuat tidak

kokoh. Jadi, baik gigi maupun gusi harus sama-sama saling menguatkan.

"Itulah mengapa, penggunaan sikat gigi yang benar berkaitan dengan

pencegahan kerusakan gigi dalam jangka panjang."



Tidak hanya itu, email gigi yang terletak di leher gigi pun bakalan

ikut rusak. Penipisan email gigi ini akan menyebabkan gigi kerap mengalami

gangguan, seperti ngilu dan nyeri. Hal ini terjadi karena rusaknya email

turut merusak pelindung syaraf gigi. Jika tidak ditangani secara serius,

lambat laun gigi akan membusuk dan tanggal. Menurut staf pengajar di

Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Trisakti Jakarta ini, masalahnya

kebiasaan menggunakan sikat gigi berbulu kaku itu akan terbawa pula hingga

anak dewasa.

tekninya adalah sbb :

* Sikat gigi harus mampu memijat gusi. Gusi merupakan jaringan lunak

yang harus dijaga kekuatan dan kebersihannya. Itulah mengapa, kita

sebaiknya menjaga peredaran darah di gusi tetap lancar. Caranya, dengan

melakukan pemijatan di areal gusi lewat sikat berbulu lembut tadi. "Dengan

pemijatan teratur setiap hari, maka otot-otot dan peredaran darah di gusi

menjadi semakin lancar. Gusi pun menjadi kuat," tambah kandidat doktor di

Universitas Airlangga Surabaya ini.



* Sikat gigi standar yang banyak beredar di pasaran dengan bulu yang

rata, tangkai yang lurus, dan kepala yang lancip juga mampu berperan

optimal dalam membersihkan kotoran dan plak di dalam gigi. Bentuk seperti

ini juga mudah digunakan dan dikendalikan saat menyikat.



Yang terpenting, lanjut Widijanto, ukuran dan bulu sikat sesuai

standar. "Namun, bentuk kepala sikat, tangkai, maupun bulunya, tidak akan

berarti jika kita tidak tahu cara menggosok gigi yang baik dan benar."










KAPAN GANTI SIKAT GIGI

Sikat gigi harus diganti di antaranya bila bulu sikat rontok, rusak

atau melebar sehingga tidak nyaman atau tidak efektif lagi digunakan

sebagai sikat gigi. Jika pemakaiannya dilakukan dengan baik, tidak kasar,

maka umur sikat gigi biasanya bisa panjang. Tapi jika penggunaannya

sembarangan, umurnya pun biasanya relatif pendek.



Ada beberapa sikat gigi dengan merek tertentu menggunakan helm sebagai

pelindung kepala sikatnya. Hal ini jelas cukup berdampak positif,

karena dengan helm tersebut, kebersihan sikat gigi bisa lebih terjamin.



"Namun kalau tak pakai helm pun tak apa. Jika kita ragu pada kebersihan

sikat gigi, kita bisa mencucinya terlebih dahulu dengan menggunakan air

yang bersih."



Selain itu, usahakan agar setiap anak memiliki sikat gigi

masing-masing. Jangan pernah memakai sikat gigi orang lain. "Karena

pemakaian sikat bersama bisa menyebabkan penularan penyakit, seperti flu,

hepatitis, TBC."



KEUNGGULAN SIKAT GIGI ELEKTRIK



1. Gerakan sikat yang memutar



Gerakan sikat yang otomatis memutar efektif dalam membersihkan kotoran

dan plak pada gigi. Jika pengguna meletakkan sikat tersebut dengan

benar, tidak hanya gigi saja yang dibuat bersih, getaran-getaran

(vibration) yang diakibatkan oleh sikat juga membuat gusi ikut terpijat

olehnya.



2. Bentuk kepala sikat yang kecil



Bentuk kepala sikat seperti ini membuat kotoran yang berada di rongga

mulut yang sempit dan sulit dijangkau bisa dibersihkan.



3. Adanya semprotan air



Semprotan air ini juga sangat membantu untuk mengeluarkan

kotoran-kotoran yang tidak terjangkau oleh sikat gigi.



4. Tidak perlu tenaga banyak



Dengan bantuan tenaga baterai, sikat gigi ini jelas lebih nyaman

digunakan karena tidak memerlukan tenaga yang cukup banyak kala menyikat

gigi.



"Jadi, tidaklah salah jika mereka mengklaim bisa membersihkan kotoran

dan plak hingga 80%. Namun harganya juga tak murah," komentar Widijanto.



AJARKAN SIKAT GIGI SEJAK DINI



Yang jelas, seperti dikatakan Widijanto, anak harus dikenalkan pada

sikat gigi sejak gigi susunya mulai tumbuh. "Meski masa tumbuh gigi pada

setiap anak bervariasi, tapi biasanya saat usianya menginjak 2,5 atau 3

tahun, gigi susunya yang berjumlah 20 sudah tumbuh lengkap. Saat itulah

anak

sudah bisa diperkenalkan dengan sikat gigi mini yang lembut dan cocok

baginya."



Namun sebuah riset mengatakan, mengajarkan anak menggosok gigi sama

halnya dengan mengajarkan mandi. Sejak bayi dilahirkan, ia harus mandi

secara rutin dan teratur. Jadi, menggosok gigi juga harus sudah dimulai

saat bayi keluar dari rahim sang ibu. "Meskipun saat itu bayi belum

mengonsumsi makanan padat, tapi setelah menyusui, tetap saja gusinya harus

dibersihkan."



Memang, membersihkan gusi di usia bayi berbeda dengan orang dewasa.

Membersihkan gusi pada bayi cukup dengan kain kasa bersih yang sudah

dicelupkan ke air yang matang, lalu digosokkan pada gusi sang bayi. Akhiri

dengan proses pembilasan lewat pemberian air mineral pada sang bayi.



Jika tindakan tersebut dilakukan secara terus-menerus, maka tindakan

tersebut akan menetap dan menjadi kebiasaan. "Kebiasaan itulah yang

menyebabkan anak terkondisikan agar giginya senantiasa bersih. Yang

terpenting adalah instingnya yang kita asah. Dengan cara ini, secara

naluriah anak akan merasa tidak enak jika sesudah bangun pagi atau sebelum

tidur tidak menggosok gigi." Rutinitas ini juga akan membantu anak untuk

bisa menyikat gigi dengan baik dan benar, yaitu gigi bersih dan bebas dari

kotoran serta plak. Disamping itu, proses pembersihannya tidak merusak gusi

atau email gigi.



Kemampuan anak untuk menyikat dengan baik dan benar sangatlah relatif,

tergantung bagaimana peran orang tua ataupun guru dalam mengajarkannya.

"Jadi, orang dewasa pun harus tahu terlebih dahulu bagaimana menyikat

gigi yang baik dan benar tersebut."



Penting diperhatikan, hingga anak berusia lima tahun, orang tua harus

tetap mengawasi aktivitasnya saat menyikat gigi. Sebabnya, hingga usia

ini anak belum bisa melakukannya dengan baik dan benar. "Namun, bukan

berarti orang tua mesti membantu menggosok gigi anaknya terus-menerus.

Biarkan anak menggosok gigi sendiri sembari diawasi orang tua."



AGAR ANAK SUKA MENGGOSOK GIGI



Berikut tips dari kami agar anak suka menyikat gigi:



1. Libatkan anak saat membeli sikat dan pasta gigi kesukaannya.

Sesuaikan ukuran sikat dengan ukuran rongga mulut anak.



2. Carilah pasta gigi yang aman buat anak. Banyak pasta gigi dengan

rasa buah-buahan, yang mengandung bahan yang aman jika tertelan si kecil.



3. Agar anak bisa melihat dirinya saat menggosok gigi, pasang cermin di

kamar mandi.



4. Siapkan segelas air hangat untuk berkumur-kumur. Ada beberapa anak

yang cepat merasa ngilu dengan air dingin. Menurut Widijanto, sebenarnya

fenomena berkumur selepas sikat gigi masih menjadi kontroversi. Pihak yang

yang tidak setuju beralasan, jika setelah menyikat gigi cepat-cepat

berkumur

maka efektivitas fluor menjadi berkurang. Pasalnya, kandungan fluor yang

terdapat pada pasta gigi dan menempel pada gigi saat disikat, akan mudah

tersapu kembali oleh air saat berkumur. "Saya berpendapat, sebaiknya anak

hanya berkumur sekali saja, tidak usah berkali-kali agar fluor masih bisa

menempel di gigi."



Obat kumur sebenarnya hanya menjadi pelengkap setelah bersikat gigi

sebagai alternatif penyegar mulut. Jadi, membersihkan gigi tidak bisa

digantikan dengan obat kumur.



5. Sediakan handuk yang dapat digunakan untuk membersihkan bibir

setelah menyikat gigi.



6. Berikan pujian padanya setelah "menyelesaikan tugas tersebut". Hal

ini akan membuatnya ingin melakukan kegiatan sikat gigi.



CARA MEMBERSIHKAN GIGI YANG BENAR



Inilah langkah-langkah yang diberikan Widijanto:



1. Usahakan air yang digunakan untuk menggosok gigi benar-benar bersih.



2. Gerakan yang benar saat menggosok adalah dengan rumus FRTW (From Red

To White). Artinya, gerakan menyikat mulai dari gusi yang berwarna

merah ke gigi yang berwarna putih. Gerakan diusahakan bergerak ke satu

arah, dari atas ke bawah untuk gigi atas atau sebaliknya untuk gigi bagian

bawah. Gerakan dua arah menyebabkan kotoran yang tersapu akan balik

kembali.



3. Buatlah gerakan seolah-olah mengeluarkan kotoran dari sela-sela

gigi. Gosoklah semua permukaan gigi, mulai dari gigi bagian luar, tengah,

dan bagian dalam.



4. Jangan lupa, gosok pula gusi secara lembut dengan sikat.



5. Gunakan cermin sebagai alat bantu saat menggosok gigi. Jika hanya

mengandalkan perasaan dan kebiasaan saja, sulit untuk mencapai hasil yang

optimal.



6. Lidah tidak perlu dibersihkan oleh sikat. Lidah memiliki mekanisme

pembersihan tersendiri. Secara otomatis, jaringan-jaringan lunak yang

ada di lidah akan berganti setiap harinya. Ibarat kulit manusia yang

selalu mengalami pergantian dalam waktu tertentu.



Lidah juga bukan tempat bersarangnya plak atau kuman. Kecuali jika

lidah tersebut terluka, kuman dan bakteri bisa masuk ke dalamnya. "Jika pun

ada bintil-bintil putih di lidah, itu bukanlah kotoran, melainkan warna

lidah memang seperti itu."



DENTAL FLOSS (DF) TAK COCOK BUAT ANAK



Tidak semua bagian gigi bisa tersapu bersih oleh sikat gigi, karena itu

pemakaian DF juga amat penting untuk membersihkan daerah2 yang sulit

dijangkau oleh sikat gigi, terutama daerah-daerah antara gigi

(interdental) juga gigi-gigi yang berjejal.



DF merupakan benang gigi yang dirancang khusus. Dibuat dari serat nylon

yang dilapisi lilin sehingga kuat, elastis, dan tidak mudah rusak. Juga

tidak akan merusak gusi jika digunakan secara benar.



Nah, meski penting, Widijanto tidak menganjurkan penggunaan DF ini

untuk anak-anak. Bagaimanapun letak antar gigi anak masih jarang, sehingga

penggunaan DF tidak efektif. Dengan sikat gigi biasa pun gigi anak sudah

bisa dibersihkan. "Selain itu, pemakaian DF pun tidak bisa

sembarangan, karena jika sembrono gusi juga bisa rusak."



DF baru bisa dikenalkan pada anak-anak remaja atau praremaja, karena

selain susunan gigi mereka sudah rapat, mereka juga sudah bisa

menggunakan DF secara baik dan benar.