Minggu, 27 Juni 2010

Mencegah Timbulnya Radang Gusi (GINGIVITIS)

Radang gusi atau dalam dunia kedokteran disebut gingivitis, umumnya disebabkan oleh kotornya gigi. Radang gusi juga bisa disebabkan karena kesalahan dalam menggosok gigi. Di luar dua sebab tersebut, masih ada sebab-sebab sekunder lainnya. Namun yang jelas, kengganan untuk menjaga kebersihan gigi mutlak menjadi awal mula radang gusi. Tanpa disadari, sebagian orang menganggap enteng sariawan dan penyakit rongga mulut lainnya seperti bau napas tak sedap hingga gusi berdarah dan gigi berlubang. Sariawan oleh banyak orang dikenal sebagai luka pada selaput lendir di daerah mulut. Umumnya, luka di daerah mulut tidaklah dalam. Jika tidak dibarengi dengan komplikasi karena infeksi oleh kuman yang lebih ganas, sariawan akan sembuh sendiri tanpa bekas. Infeksi ini biasanya dimulai dengan munculnya gelembung berisi cairan di mulut. Gelembung ini bisa pecah dan membentuk luka yang akan terasa nyeri. Padahal, penelitian terakhir menunjukkan adanya kaitan erat antara bertumpuknya bakteri di rongga mulut dengan penyakit berat lain, seperti diabetes, serangan jantung, infeksi darah, hingga soal bayi dengan berat tidak memadai. Radang gusi diakui menjadi faktor utama kasus gigi tanggal dan kerusakan jaringan penyangga gigi. Semakin lama plak dan bakteri-bakteri yang bersemayam di gigi itu akan menyebabkan radang gusi yang disebut gingivitis.



Hasil survei WHO menunjukkan, hampir 90% penduduk di dunia pernah terkena penyakit gingivitis (radang gusi). Rasa tak nyaman merupakan gangguan umum yang dirasakan. Terutama, akibat aroma mulut yang tidak sedap serta rasa nyeri saat mengunyah makanan. Untuk mencegah dan mengatasinya, dianjurkan untuk:



1. Rutin membersihkan karang gigi, minimal 6 bulan sekali. Karang gigi yang bertumpuk merupakan sarang berjuta bakteri penyebab radang.



2. Segera menambal gigi berlubang karena lubang tersebut berpotensi menjadi tempat berkembang biak bakteri penyebab infeksi di gusi.



3. Bila mengonsumsi antibiotik untuk mengatasi radang gusi, sebaiknya harus dihabiskan sesuai petunjuk dokter. Bila tidak, bakteri penyebab infeksi justru akan makin kebal dan lebih mudah mengoyak gusi.



Arikel yang berkaitan:

◦Gusi Berdarah Memicu Gangguan Kesehatan Serius

◦Tips Aman Mengkonsumsi Makanan Manis

◦Hubungan Stres dan Kesehatan Gigi

◦Masalah Bau Mulut Menimbulkan Rasa Kurang Percaya Diri
 
 
 
1. Gusi Berdarah Memicu Gangguan Kesehatan Serius


Gusi berdarah saat menggosok gigi bisa memicu gangguan kesehatan yang cukup serius. Apalagi jika pendarahan dipicu infeksi bakteri. Terjadinya pendarahan bisa memicu masuknya bakteri ke aliran darah dan mengganggu kesehatan organ di dalam tubuh.




“Gusi yang terkena infeksi bakteri portal bisa memasuki aliran darah dan kemungkinan bisa menyebabkan kerusakan hati dan organ lainnya,” kata Steven Offenbacher, dari University of North Carolina di Chapel Hill Sekolah Kedokteran Gigi. Kenali kondisi pendarahan dengan berkonsultasi dengan dokter. Jika pemicunya adalah infeksi bakteri, segeralah mengonsumsi antibiotik. Jangan biarkan pendarahan terjadi dalam waktu yang lama.

Sebagai pencegahan, bersihkan gigi hingga ke akarnya secara teratur. Minimal dua kali sehari, terutama setelah makan dan sebelum tidur. Pastikan pula tak ada sisa makanan yang tertinggal di lapisan gigi, karena daerah itu bisa menjadi tempat kuman berkumpul. Kebiasaan menggunakan benang gigi atau dental floss setidaknya dua kali sehari juga sangat dianjurkan. Dan, jangan lupa melakukan kontrol kesehatan gigi ke dokter setiap enam bulan sekali.

2. Tips Aman Mengkonsumsi Makanan Manis

Ada beberapa tips agar anda tetap bisa mengkonsumsi makanan manis tanpa harus khawatir akan mengakibatkan gigi berlubang. silakan ikuti langkah sederhana ini :




A. Usahakan makan atau minum dengan kadar yang tidak terlalu manis.

usahakan anda mengkonsumsi makanan atau minuman yang lebih wajar kadar gulanya. jangan terlalu banyak menambahkan pemanis, coklat, atau gula pada konsumsi anda. karena makanan atau minuman yang terlalu manis akan mengakibatkan proses infeksi pada kerak gigi terjadi begitu cepat.



B. Jangan Makan / minum yang manis sebelum tidur



jika anda hoby makanan atau minuman manis. saya sarankan agar tidak mengkonsumsinya sebelum anda tidur, Karena saat anda tidur infeksi terhadap gigi akan terjadi begitu cepat dan sulit ditanggulangi.



C. Jangan lupa menggosok gigi setelah konsumsi yang manis



Setelah anda mengkonsumsi makanan manis pastikan anda menggosok gigi agar sisa makanan manis itu bisa hilang dari gigi anda. jika anda belum sempat menggosok gigi silakan berkumur dengan air bersih atau netralkan dengan banyak minum air putih.

3. Hubungan Stres dan Kesehatan Gigi


Stres bisa jadi menjadi salah satu pemicu gangguan kesehatan gigi. Para ahli dari Universitas Zurich Switzerland menemukan kaitan mengejutkan antara kesehatan gigi dan mental. Selama ini mungkin Anda tidak mengetahui bahwa stress merakibat buruk bagi kesehatan gigi? Tahukah Anda, hasil pengamatan yang dilakukan para ahli dari Brazil terhadap 14 studi menunjukkan bahwa orang stres memiliki resiko penyakit periodontal yang lebih tinggi. Bagaimana bisa?




Pada kondisi stres, kadar hormon kortisol akan meningkat secara otomatis dan mengakibatkan terganggunya sistem imun. Kondisi ini menguntungkan bakteri untuk dengan leluasa menyerang gusi kita. Ketika Anda bekerja lembur di kantor biasanya anda mengalami stres. Ditambah, semakin malam Anda terjaga, semakin banyak frekwensi Anda mengudap makanan.

Seperti dikutip Genius Beauty, penelitian dilakukan terhadap 50 siswa yang terbagi dalam dua kelompok. Sebanyak 25 siswa yang tengah mengikuti ujian sekolah masuk dalam kelompok pertama, sedangkan sisanya yang hanya mengikuti kelas reguler masuk dalam kelompok kedua. Siswa yang mengikuti ujian dianggap memiliki tingkat stres yang lebih tinggi. Dalam kondisi itu, seluruh siswa dalam kelompok ini ternyata memiliki potensi gigi berlubang yang jauh lebih besar. Mereka juga memiliki kualitas kesehatan gusi yang buruk.



Sementara, siswa yang hanya memengikuti kelas reguler dengan asumsi tak stres, memiliki kondisi kesehatan gigi dan gusi yang jauh lebih baik. Hasil penelitian itu mengungkap bahwa ketika seseorang stres akan menimbulkan efek cengkeraman yang kuat pada gigi. Kondisi inilah yang kemudian memicu efek negatif pada kesehatan gigi dan gusi.

4. Masalah Bau Mulut Menimbulkan Rasa Kurang Percaya Diri


Bau mulut, yang secara medis disebut halitosis, dapat muncul akibat tidak teraturnya kegiatan membersihkan gigi. Bisa juga merupakan pertanda adanya masalah kesehatan serius. Bau mulut juga bisa muncul gara-gara makanan yang Anda konsumsi dan kebiasaan tidak sehat lain. Pada dasarnya, semua makanan diolah pertama kali dalam mulut. Karena makanan juga dicerna dan diserap ke aliran darah dan dibawa ke paru-paru, akhirnya napas pun bakal kena imbasnya. Bila Anda mengonsumsi bahan makan yang kuat sekali baunya seperti bawang atau bawang bombai, sikat gigi, flosing juga kumur dapat mengurangi bau untuk sementara waktu. Bau ini tidak akan hilang sepenuhnya sampai makanan melewati tubuh. Memiliki masalah bau mulut sungguh menjengkelkan. Selain menimbulkan rasa kurang percaya diri dalam pergaulan, gangguan nafas tak sedap itu juga mengindikasikan masalah kesehatan pada mulut.


Penyebab utama nafas tak sedap, yang dalam istilah medis disebut halitosis, itu adalah penumpukan bakteri yang tumbuh subur di area minim oksigen seperti belakang lidah, dan celah gigi. Penumpukan bakteri memicu gangguan keseimbangan asam mulut seperti air liur kental, dan mulut kering. Dalam kondisi ini, asam amino terpecah dan menghasilkan gas sulfur yang memicu timbulnya bau tak sedap.



Munculnya bakteri di dalam mulut biasanya bersumber dari sisa makanan, dan karang gigi. Cukup dengan menyikat gigi atau berkumur cairan penyegar mulut, bakteri akan enyah dan nafas kembali segar. Namun, ketika sikat gigi dan cairan penyegar mulut tak lagi bekerja, cobalah rajin mengonsumsi yoghurt bebas gula yang mengandung bakteri streptococcus thermophilus dan lactobacillus bulgaricus. Menurut para peneliti dari Jepang, dua bakteri ‘baik’ itu bermanfaat untuk mematikan bakteri penyebab bau mulut.



Sementara para peneliti asal Amerika menganjurkan para pengidap gangguan bau mulut untuk banyak mengonsumsi teh hitam. Kandungan polifenol dalam secangkir teh hitam bermanfaat membunuh bakteri patogen di dalam mulut. Perlu diwaspadai jika keluhan bau mulut muncul berkepanjangan dan tak hilang meski telah membersihkan gigi dan mulut. Bau mulut berkepanjangan bisa menjadi pertanda adanya penyakit seperti diabetes, jantung, gagal ginjal, liver, dan gangguan pada pencernaan.



Cara termudah untuk mengetahui apakah mulut Anda mengeluarkan aroma tak sedap adalah dengan menjilat atau menggigit bagian dalam pergelangan tangan lalu menciumnya. Jika berbau menyengat, segera atasi dengan membersihkan mulut Anda dari bakteri jahat.

Selain menimbulkan rasa kurang percaya diri dalam pergaulan, gangguan nafas tak sedap itu juga membuat mulut terasa tak nyaman. Penyebab utama nafas tak sedap, yang dalam istilah medis disebut halitosis, itu adalah penumpukan bakteri yang tumbuh subur di area minim oksigen seperti belakang lidah, dan celah gigi. Kadang-kadang, bau mulut disebabkan oleh sesuatu di paru-paru atau saluran pencernaan atau sistemik (bodywide) infeksi. Namun, makan makanan yang berbau bawang putin adalah salah satu penyebab paling umum. Bau yang kuat dari makanan seperti bawang putih, bawang dan alkohol yang dibawa melalui aliran darah dan dihembuskan oleh paru-paru. Pecundang besar yang menyebabkan bau mulut adalah tembakau. Ketika sikat gigi dan cairan penyegar mulut tak lagi bekerja, cobalah mengonsumsi makanan berikut.


Kopi

Tidak semua jenis kopi mampu membasmi bakteri penyebab bau mulut. Hanya minuman ekstrak kopi atau espresso yang mampu membunuh 90 persen bakteri penyebab bau mulut. Jadi, cobalah mengonsumsi kopi hitam kental tanpa ditambah gula atau susu. Pilih kopi yang diproses langsung ketika masih dalam bentuk biji kopi, dan bukan yang instan. Kopi yang sudah diolah menjadi minuman ringan, misalnya ditambahkan krim atau susu tidak termasuk dalam kopi penghilang bau mulut. Kopi yang sudah ditambahkan susu justru bisa membuat mulut kering, sehingga menciptakan aroma napas tak sedap.



Teh

Kadar polifenol tinggi dalam teh bisa menghambat pertumbuhan bakteri yang bersembunyi dibelakang lidah. Namun, usai meminum teh, biasakan menyikat gigi atau kumur-kumur untuk menhindari noda teh yang bisa membuat gigi berwarna kekuningan.



Kayu manis

Menurut penelitian medis, kayu manis terbukti dapat mengatasi masalah bau mulut. Selain menyamarkan aroma tak sedap, kandungan rempah ini juga bisa menurunkan konsentrasi bakteri di dalam mulut. Buatlah minuman rempah hangat dengan bubuk kayu manis.



Yogurt

Yoghurt bebas gula yang mengandung bakteri streptococcus thermophilus dan lactobacillus bulgaricus. Menurut para peneliti dari Jepang, dua bakteri ‘baik’ itu bermanfaat untuk mematikan bakteri penyebab bau mulut. Selain rajin mengonsumsi makanan-makanan tersebut, biasakan pula memeriksakan kondisi kesehatan gigi dan mulut ke dokter. Rutin membersihkan karang gigi, minimal enam bulan sekali adalah pilihan terbaik. Karang gigi yang bertumpuk merupakan sarang berjuta bakteri. Jangan pula membiarkan lubang pada gigi menganga terlalu lama. Segera menambal gigi berlubang, karena lubang tersebut berpotensi menjadi tempat berkembang biak bakteri penyebab infeksi di gusi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar